Diposkan pada #31harimenulis

Apa yang Kita Lakukan akan Kembali ke Kita

Pernah gak sih, kamu merasa membutuhkan seseorang disaat kamu melakukan apapun itu? Pas lagi bahagia, sedih, sepi, sendiri, kecewa, hancur, atau pas lagi dicaci maki. Pernah gak sih? Kayak seseorang yang bukan membela kita ketika kita salah, tapi mengapresiasi apapun yang kita lakukan baru setelah itu mengkritiknya (kalau kita bener-bener salah). Gimana sih rasanya kalau udah usaha, tapi gak dihargai sama sekali? istilahnya pekerjaanmu langsung dibanting ke lantai.

Mungkin memang benar pekerjaan kita salah atau tidak sesuai tapi apa tidak bisa bilang terima kasih dulu? Seharusnya ada tiga kata yang perlu di budayakan sejak kecil, yaitu tolong, terima kasih dan maaf. Ternyata lebih enak ya kalau minta bantuan pakai tolong. Coba perhatikan kalimat ini. Mana yang lebih enak didengar?

Dek, tolong bawakan buku-buku ini ke meja saya di ruang R43. Atau, Dek, bawakan buku-buku ini ke meja saya di ruang R43.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mau datang untuk rapat kali ini. Berhubung sudah lengkap, mari kita mulai rapatnya. Atau Yuk, orangnya udah lengkap, mulai aja ya rapatnya.

Kok telat sih? Maaf ya, saya baru bangun. Semalam ada agenda di kampus sampai jam 1 malam, jadi bangunnya keseiangan. Atau kok telat sih? iya baru bangun, Semalam ada agenda di kampus sampai jam 1 malam, jadi bangunnya keseiangan.

Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.

Iklan

Penulis:

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s