Diposkan pada #31harimenulis

Training Of Trainer (TOT) Cofas

Practice makes perfect

Menjadi cofas berarti menjadi role model pertama yang dilihat mahasiswa. Harus memberikan kesan baik. Mahasiswa baru yang masih polos akan menerima apapun informasi yang diberikan. Mereka akan meniru dan mencontoh kehidupan perkuliahan lewat orang yang dikenalnya. Paling tidak cofas adalah orang yang pertama dia kenal diperkuliahan selain kerabat dekatnya yang mungkin kuliah disana. Untuk itulah cofas dituntut berperilaku, berkata dan berpakaian yang sopan. Caranya dengan dilakukannya training of trainer atau TOT.

Sedikit informasi, dalam satu kelas ada dua cofas. Satu diantaranya akan menjadi trainer. Artinya mereka bekerja lebih pada hari ke 5 dan 6. Sedangkan cofas akan bekerja di hari 1 dan 2.  Saya menjadi cofas dan rekan saya menjadi cofas sekaligus trainer. Maklum saya masuk UGM 2015 dan Mbak WW (partner saya) masuk UGM 2014. TOT dilaksanakan 3 hari berturut-turut. Dua hari pertama untuk cofas dan hari ke tiga khusus untuk trainer. Awalnya saya dijadwalkan hari pertama dan kedua. Karena dijadikan cadangan trainer maka Saya hadir juga di hari ke tiga.

Kita belajar banyak dari TOT. Belajar bagaimana menghadapi orang yang cuek, bandel, over, dan lain sebagainya. Belajar bagaimana mengatur kelas yang tidak kondusif. Belajar bagaimana menyampaikan materi. Intinya kita belajar di TOT ini. Belajar bersama  dosen psikologi UGM di fakultas psikologi.

Hari ke tiga, ruangannya berbeda dengan hari 1 dan 2. Dosennya pun berbeda. Kali ini berasal dari Peternakan UGM. Beliau bercerita kalau pernah mendapat IP 2. Beliau tidak minat untuk kuliah di peternakan tapi karena suatu hal, beliau akhrinya kuliah disana. Beliau sadar gak bisa begitu terus di awal-awal semester mendapat IP 2. Meskipun IP bukan segalanya tapi IP juga nanti akan menbantumu kan? setidaknya membuat orang tua bangga.

Beliau bangkit. Beliau mendengarkan segala yang diucap dosennya. Beliau mencatat kegiatannya sehari-hari membagi kuliah dengan organisasi. Beliau berfikir untuk mendapat IPK bagus maka ia harus menutupi IPnya yang jelek. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil gais. Beliau berhasil mendapatkan IP 4 di semester berikutnya. Jauh kan? iya sama jauhnya dengan usaha yang beliau lakukan. Usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Pelajaran dari TOT adalah percayalah bahwa semua orang tidak akan bisa melakukan apapun tanpa berlatih. Kamu tidak akan bisa berjalan tanpa orang tua mu melatihmu. Kamu tidak mungkin lahir langsung makan nasi. Kamu perlu minum ASI, lalu makanan lembut, sampai gigimu tumbuh untuk mengunyah nasi. Semua itu proses, nikamti prosesnya maka akan kau dapatkan hasilnya.

#31harimenulis

Iklan

Penulis:

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s