Diposkan pada #31harimenulis

Ke Joglo Tani untuk Bonding Cluster

Satu hal, saya lupa nebeng siapa pas ke Joglo Tani 😦

Perlu banget bonding dengan teman-teman kepanitiaan. Why? karena kita bakal kerja bareng. Gak enak kan kalau kerja bareng tapi hatinya gak sreg. Mau melakukan itu tapi takut ini itu. Takut orang lain gak suka lah dan sebagainya. Tugas cofast kan juga membantu para maba untuk kenal lebih dekat. Masa iya antar sesama cofast tidak dekat. Pelajaran juga buat kepanitiaan-kepanitiaan lain. Perlu banget yang namanya bonding, bukan hanya pas rapat aja kalau kumpul. Biasanya ide-ide cemerlang datang pas bukan rapat. Anyway mari saya antarkan Anda ke cerita Bonding Cluster Agro Barat.

Dua hal, saya lupa ini pas puasa atau setelah lebaran 😦

Agro barat memilih untuk main ke Joglo Tani di daerah Godean (sebuah negara bagian di Yogyakarta) *kidding.* Mengapa memilih Joglo Tani? Karena kita Agro Barat (Fak. Pertanian, Fak. Teknologi Pertanian dan Fak. Kehutanan). Di Joglo Tani kita bebas bermain dan belajar. Ada ternak dan kebun.Ternaknya ada Ikan, Sapi, Bebek dan Ayam. Tanamannya ada cabe, padi dan lain-lain *apalagiyak.* Lumayan adem tempatnya. Seperti namanya, terdapat joglo di tengah-tengah halaman. Enak buat ngadain acara tuh.

Apa saja yang kita mainkan? Banyak. Permainan-permainan sederhana yang dipimpin oleh Subkoor Cofast. Misal, main “Pak Polisi berkata…” Rule mainan ini ketika ada teman kita yang berkata “Pak polisi berkata angkat tangan” (atau apapun perintahnya) maka kita wajib, kudu, untuk mengangkat tangan. Tapi kalau teman kita cuma bilang “angkat tangan” kalian jangan mau. Soalnya pak polisinya gak nyuruh. Gitu pokoknya. Kalau awal main pasti banyak yang bingung.  Masih banyak lagi permainan yang seru, tapi disimpan aja ya hehe.

Seperti biasa setiap main, pasti selfie. Iya gak? paling gak grufie lah ya. Agak gimana gitu, kalau ada orang foto di depan gedung atau bangunan. Apaan sih pake foto segala kan kita bisa ke sini lagi. Kalau saya pribadi lebih senang foto (sendiri atau bareng) di alam terbuka, yang masih banyak pohon-pohon rindang. Asyik. Tapi akhir-akhir ini baru nyadar, bahwa setiap foto memiliki seni dan cerita tersendiri. Tempat sesederhana apapun, kalau kita pinter motret bakal jadi bagus. tempat sebagus apapun kalau kita gak pinter motret, ya tetep bagus karena itu Ciptaan Tuhan. Tapi ya hasilnya tidak memuaskan.

Berselfielah, bergrufie lah. Selama itu tujuannya untuk mengabadikan moment bersejarah dalam hidupmu. Tapi jangan keseringan selfie. Apalagi sekarang sudah ada instastory atau snapgram, bisa update tiap waktu. Saya pribadi kurang suka dengan  orang yang tiap hari kerjaannya nampangin muka sendiri di snapgram. Ampun. Percayalah semakin kalian sering foto atau bercermin semakin kalian tidak percaya diri. Selalu melihat kekurangan apa yang nampak pada wajah. Kecuali, kalau hapenya punya kamera yang canggih bisa mulusin tuh muka, meyotin pipi, merahin bibir. Makin gak tau aja nanti muka kita sebenarnya.

#31harimenulis

Iklan

Penulis:

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s