Diposkan pada #31harimenulis

Ketemu Teman Seper-ngapak-an di Second Gath Palapa

Tepat seminggu setelah lebaran, kita dikumpulkan lagi alias second gathering di PKKH UGM. Suasana lebaran memungkinkan kita memakai pakaian serba putih. Kalau ditanya masih pengen liburan apa enggak, jawabannya pasti masih. Kan sudah biasa libur panjang pas lebaran eh, sekarang cuma seminggu. Tapi, kalau ditanya berat apa engga untuk pergi ke Jogja lagi. Kalau aku sendiri enggak. Soalnya menjadi panitia ppsmb palapa sudah menjadi tanggung jawabku. Toh kepanitiaan ini juga menyenangkan. Tidak seperti kepanitiaan pada umumnya yang sangat membosankan dan dituntut deadline.

Saya asli dari Kebumen, Jawa Tengah. Iya bener ngapak, bener banget. Pasti kalau ketemu orang baru langsung disuruh, coba ngomong ngapak. Hmm kenapa gitu? Lucu aja kalau denger orang ngapak, katanya. Jadi temen-temen kalau mau hidupnya bahagia bertemanlah dengan orang ngapak. Apalagi dijadikan teman hidup. Tapi kalau aku disuruh ngomong ngapak pasti gak mau. Kenapa? karena malu? NO! karena udah lupa bahasa ngapak? GAK MUNGKIN COY!. Alasannya saya tidak suka disuruh-suruh. Haha

Kembali ke second gath palapa. Di acara itu saya bertemu dengan teman LMGM (Lawet Muda Gadjah Mada) atau perkumpulan mahasiswa UGM yang berasal dari Kebumen. Namanya Adit. Gimana orangnya? aku juga gak tau  haha. Beda SMA dan beda Fakultas. Waktu itu aku ingatnya ketemu dia di pertemuan LMGM, tapi gak tau siapa namanya. Karena gak yakin tuh Adit apa bukan makanya gak berani negur.

Singkat cerita, di second gath itu kita belajar koreo untuk lagu ppsmb palapa. Mulai dari awal, kita koreo bareng di gedung PKKH. Setahu saya sih semakin banyak orang hasilnya akan kurang bagus. Mungkin karena itu juga dibagilah percluster. Ada yang latihan di dalam gedung dan di pelataran. Nah setelah latihan baru deh karena ada anggota baru si Adit itu, jadi dia perkenalan. Oh ternyata dari Kebumen oh. Begitu ceritanya bertemua orang seper-ngapak-an.

Bangga menjadi orang Kebumen. Iya Kebumen kota kecil yang gak ada Mall. Kenapa gak ada Mall? Pemerintah Kabupaten Kebumen ingin melindungi pedagang-pedangan pasar. Di Kota Kebumen sudah ada 2 supermarket besar. Akibatnya pasar Kebumen menjadi sepi pengunjung. Bayangkan kalau ada Mall. Bukankah lebih enak berbelanja di tempat ber-ac dan bersih? Selain itu, Kebumen juga ingin tetap melestarikan alam. Coba kalau ada Mall, berapa luas sawah yang harus direlakan untuk gedung Mall, parkiran dan lain-lain. Kita bisa produksi beras sendiri untuk apa harus beli beras impor di Mall? Kebumen juga memiliki banyak  wisata alam terutama pantai dan gunung. Next time saya akan bercerita keindahan alam kebumen. Karena masih banyak cerita tentang PPSMB Palapa 2016.

nb: orang ngapak yang lagi pegang hape.

#31harimenulis

Iklan

Penulis:

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s